Penyuluhan Pertanian TK ITB Dewi SRI HIMATEK
June 26th, 2008 by ivandelonMahasiswa Teknik Kimia
ITB baru saja mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat HIMATEK(Himpunan
Mahasiswa Teknik Kimia) “ DEWI SRI “ (Demontrasi dan Wicara System of Rice
Intensification) di RW 18,19,20,21 Dusun Cipaku, Desa Pakutandang, Kecamatan
Ciparay, Kabupaten Bandung tgl 19-21 Juni 2008. Dalam kegiatan ini mahasiswa
Teknik Kimia ITB mengadakan penyuluhan tentang pengenalan metode penanaman padi
dengan metode SRI yaitu dengan mengenalkan cara pembuatan kompos dan mol
(mikroorganisme local) yang merupakan komponen penting dalam metode SRI.
Kegiatan penyuluhan ini dilengkapi dengan simulasi langsung sehingga
pengetahuan metode SRI dapat lebih ditangkap oleh para petani. Kegiatan
pengenalan metode SRI ini diikuti oleh perwakilan dari 12 kelompok tani yaitu sekitar 36 petani beserta 4 ketua RW
Desa Pakutandang. Mahasiswa berharap dengan kegiatan kali ini, petani akan
mulai mandiri membuat kompos dan mol sehingga dapat menerapkan metode penanaman
padi SRI.
Kegiatan ini dibuka dengan kata sambutan dari Dr.Mubiar
Purwasasmita. Beliau merupakan dosen Teknik Kimia ITB dan juga merupakan pakar
metode penanaman padi dengan SRI Beliau telah sukses menerapkan metode SRI di
berbagai kawasan di Indonesia. Selanjutnya wakil dari Kepala Desa Pakutandang
juga memberikan kata sambutan menyambut kedatangan dari mahasiswa Teknik Kimia
ITB dengan hangat.
Kegiatan utama sana . Mahasiswa
mahasiswa Teknik Kimia ITB yaitu mengadakan penyuluhan pengenalan (overview)
metode penanaman padi SRI dibawakan oleh Dr.Mubiar Purwasasmita (Dosen Teknik
Kimia ITB). Selain itu kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan dan simulasi
pembuatan Mol (mikroorganisme local) dibawakan oleh Pak Agung serta penyuluhan
&simulasi pembuatan kompos dibawakan
oleh Kak Aan (lulusan Biologi ITB)Kegiatan mahasiswa Teknik Kimia ITB lainnya
juga membangun saung kompos sebagai sarana bagi petani untuk membuat kompos.
Mahasiswa juga membangun taman bacaan untuk anak TK sampai SD di
menyediakan sekitar 600 buku anak-anak beserta rak buku dan peralatan bagi
taman bacaan lainnya sebagai sarana pendidikan informal bagi desa Pakutandang.
Selain kegiatan inti dari melakukan penyuluhan padi
SRI , membangun saung dan membangun taman bacaan , mahasiswa Teknik Kimia ITB
melakukan berbagai acara keakraban bagi warga. Acara ini diharapkan dapat
mengakrabkan mahasiswa Teknik Kimia ITB dengan masyarakat Desa Pakutandang.
Dengan kegiatan bersama tersebut, interaksi ini adalah moen yang ditunggu bagi
setiap warga. Kegiatan keakraban itu antara lain : acara makan bersama warga
dan mahasiswa, nonton layar tancep bersama, olahraga bersama warga, lomba anak
mewarnai dan memilah sampah, lomba ibu-ibu memasak antar RW dan pengenalan
metode pemilahan sampah ke ibu-ibu. Selain itu terdapat kegiatan kajian rohani
bersama warga dan pentas seni.Acara penutupan kegiatan DEWI SRI dilengkapi
dengan pembagian sembako untuk 4 RW sebanyak 260 paket sembako
Sejumlah 150 mahasiswa Teknik Kimia ITB bertempat
tinggal di rumah-rumah warga.di 4 RW Desa Pakutandang. Mahasiswa berharap
mereka dapat merasakan rasanya hidup di pedesaan. Mahasiswa Teknik Kimia ITB
sangat bersyukur karena dapat diberi tumpangan untuk beristirahat di
rumah-rumah warga. Warga bersikap sangat ramah dan menyambut baik mahasiswa.
Petani terlihat sangat
senang dengan penyuluhan ini, sebenarnya sudah banyak petani yang sudah mengetahui
cara membuat kompos, tetapi malas untuk memulainya. Salah seorang petani
mengungkapkan menggunakan kompos merupakan hal yang tidak praktis dibandingkan
dengan urea atau pupuk kimia lainnya. Petani juga sebenarnya sebagian pernah
mendengar metode SRI tetapi petani tidak berani mengambil resiko untuk beralih
ke metode SRI yang menggunakan kompos dan mol.Oleh karena itu mahasiswa Tekim
ITB memberikan 24 polybag ke petani untuk mencoba keberhasilan metode penanaman
padi SRI sebelum diimplementasikan langsung ke sawah. Diharapkan petani dapat
mencoba metode penanaman SRI di polybag sehingga suatu saat nanti petani akan
beralih ke metode SRI. Jike petani-petani di Indonesia menerapkan metode SRI
diharapkan negara kita akan mencapai swasembada pangan seperti dulu kala.
Warga berpendapat
sangat senang dengan acara keakraban yg diadakan HIMATEK , semua berkesan dan
diikuti dengan antusias. Setiap RW menunjukkan keantusiasannya dalam mengikuti
berbagai lomba dan acara keakraban yang diadakan HIMATEK. Pembagunan saung
kompos dan pembagian sembako ke warga miskin juga dirasakan warga sangat
bermanfaat bagi kaum petani yang hidupnya memang perlu dibantu.
Penutupan disambut oleh
ketua penyelenggara Pengabdian Masyarakat , ketua HIMATEK beserta perwakilan
dari warga. Warga sangat berterimakasih atas ilmu yang telah dibawakan oleh
mahasiswa. Acara juga dilanjutkan dengan peresmian pembukaan taman bacaan bagi
masyarakat umum beserta pembagian sembako secara simbolis ke 20 warga.
Penutupan dilanjutkan dengan perpisahan dengan warga.
Kerjasama mahasiswa dan
warga belum berakhir. Ini hanyalah awal dari kontribusi mahasiswa Teknik Kimia
di Desa Pakutandang. Mahasiswa Teknik Kimia akan mengadakan terus mengadakan
controlling ke desa ini untuk mengecek saung kompos dan taman bacaan. Mahasiswa
Teknik Kimia juga akan kembali ke Desa Pakutandang mengadakan pengabdian
masyarakat di suatu saat nanti.