Archive for October, 2007

Menanggapi Conference of Parties ke-13 United Nations Framework Convention on Climate Change di Denpasar,Bali

Wednesday, October 3rd, 2007

Menanggapi Conference of Parties ke-13 United Nations Framework Convention on Climate Change di Denpasar,Bali

Menjelang diselenggarakannya Conference of Parties ke-13 United Nations Framework Convention on Climate Change, 3-14 Desember 2007 di Denpasar,Bali kampanye berita kerusakan hutan terus meningkat. Mengenai dampak Global Warming ini yang saya ketahui bahwa sikap Negara maju yang terus menyalahkan Negara berkembang karena dianggap lalai menjaga kelestarian paru-paru dunia yaitu hutan.
    Dampak Global Warming bagi Indonesia akan semakin jelas saja , yaitu sekitar tahun 2020 tinggal 25 persen hutan di Kalimantan yang masih akan ada. Menurut gambaran satelit permukaan  air laut diestimasi naik masuk daratan. Tahun 2020 sebagian Bandara Soekarno Hatta sudah mulai tergenangi air laut. Pemanasan Global juga menyebabkan pencairan es di kutub , diperkirakan jika ini tidak diatasi maka tahun 2040 Indonesia akan kehilangan lebih dari 2000 pulaunya.
Saya menemukan data-data bahwa penyebab utama terjadinya kejenuhan emisi karbon , yang menyebabkan efek rumah kaca ternyata ada empat. Satu, kelistrikan yang mempengaruhi 42 persen ;dua, gas -gas dari transportasi 24 persen ;tiga, industri 20 persen dam empat, kependudukan dan pemakaian barang-barang komersial sisanya. Keempat factor utama ini yang menyumbang bagi emisi global. 
Oleh karena itu , menurut saya hal-hal penyebab utama terjadinya kejenuhan emisi karbon harus dikurangi. Contoh masalah kelistrikan, hendaknya dalam Konferensi Internasional nanti di Bali dihimbau agar masyarakat mulai menghemat penggunaan listrik, terutama di siang hari dengan tidak menyalakan lampu jika sudah terang.
Bagi masalah transportasi haruslah negara-negara mulai mencari solusi bahan bakar alternatif yang dapat dibeli dengan harga yang terjangkau dan mudah diperoleh oleh masyarakat agar masyarakat dapat menggunakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan selain itu budaya menggunakan trasportasi umum juga perlu digalakkan agar kepadatan transportasi dapat dikurangi di kota-kota besar.
Bagi masalah industri , hal ini perlu ditindak dengan serius bahwa sebuah industri harus mempunyai pengelolaan limbah baik limbah udara, padat atau cair harus memiliki pengelolaan limbah yang layak sehingga emisi limbah dapat ditekan seminimal mungkin. Penggunaan bahan bakar fosil juga perlu dicari solusinya dan dicari bahan alternatifnya.
Bagi masalah lainnya perlu dibahas pula seperti masalah kependudukan. Pemerintah harus melarang masyarakat untuk membuka lahan-lahan baru dari hutan dengan sembarangan dan penghijauan di kota harus tetap diutamakan terutama di kota-kota besar. Lahan penghijauan yang semakin sedikit perlu ditingkatkan kembali.
Negara maju seperti Amerika Serikat menyumbang banyak emisi gas karbon lewat industri-industrinya. Ditambah penggunaan bahan bakar fosil dan deforestasi hutan. Dari Indonesia sendiri Greenpeace juga memosisikan Indonesia sebagai perusak hutan nomor satu di dunia.
Skema yang mungkin dilakukan atau diusahakan untuk mengurangi emisi karbon di dunia ini adalah reforestasi – konversi lahan bukan hutan menjadi hutan kembali dengan penanaman dan sebagainya pada lahan bukan hutan yang sebelumnya adalah hutan , dan aforestasi–konversi lahan yang 50 tahun terakhir bukan hutan menjadi hutan serta mencegah dehutanisasi melalui langkah-langkah konversi hutan seperti hutan lindung.
Komitmen 12 negara yang disebut Forest 12 termasuk Indonesia harus mengajak dunia untuk bersama-sama mempromosikan pengelolaan hutan secara berkelanjutan dalam rangka perubahan iklim.Komitmen bersama ini juga harus mengusahakan agar persoalan hutan masuk ke dalam Kerangka Kerja dari PBB. Ke-12 negara tersebut sudah berencana membuat Paln of action yang sama, yaitu mengajak pentingnya keberadaan hutan hujan tropis. COP-13 ini juga merupakan momentum yang baik untuk membahas tentang pendanaan hutan yang menghambat dalam perehabilitasian hutan-hutan yang rusak.
Kerusakan lingkungan bukanlah buatan alam atau kiriman Tuhan. Kerusakan lingkungan adalah buah tangan kita sendiri. Strategi dan pendekatan pembangunan yang kita kelola gagal memenuhi tiga kriteria mendasar dalam pengelolaan ekologi yaitu pertama kita membiarkan pemanfaatan sumber daya alam terbarukan melebihi laju regenerasinya. Contohnya dengan menebang hutan-hutan dengan mengabaikan rehabilitasinya. Kedua,kita membiarkan laju penipisan sumber daya tak terbarukan sambil tak memikirkan sumber daya alternatifnya. Ketiga kita membiarkan produksi limbah yang melebihi kemampuan dari lingkungan untuk menguraikannya.
Dengan kekeliruan mendasar dan struktural yang kita pelihara dalam rentang waktu yang lama ,kita  tidak dapat mencegah dampak dari global warming ini. Menurut saya ketiga hal ini sangat penting dibicarakan dan kita koreksi bersama-sama pada konferensi yang membahas perubahan iklim dunia kita yang diadakan di Bali nanti.
Tanpa atau dengan diselenggarakannya Konferensi Internasional tentang Perubahan Iklim di Bali tersebut ditunggu untuk menegaskan bahwa mereka tak sekadar pidato dan menghimbau saja tetapi melakukan upaya yang konkret dalam mencegah masalah Global Warming.

Teknik Kimia…./ Chemical Engineering

Wednesday, October 3rd, 2007

Teknik Kimia…./ Chemical Engineering
Pertanyaan bagi untuk anak SMA…jurusan kuliah apa itu ??
apa beda teknik kimia dan kimia murni MIPA…??
Menurut apa yang gw dapet materi2 di ITB ttg Fakultas teknik Industri-Teknik Kimia..gw dikasih tau bahwa kalo kimia MIPA murni belajarnya rekasi-reaksi kimia gt2..tp teknik kimia..lebih ke unsure INDUSTrii..jd yg ekonomis2 ajah..kalo reaksi nya ekonomis(hasilin uang banyak, labanya banyak) maka org teknik kimia akan belaajrin materi tersebut ,,,kalo ga ekonomis bakal ga gt dipelajarin..gt dehyyy..
Teknik kimia lebih ke arah penerapan / prakteknya di dalam industri..srg berhubungan dgn industri seperti kunjungan ke pabrik2..
Anak teknik kimia lebih diarahkan untuk reaksi-reaksi kimianya ke arah skala industri(ton-ton gt) ga seperti kimia murni yg cm ngurusin reaksi 1 ml , 10 ml , atau 100 ml. Skala reaksinya jadi berbeda………..
Peluang kerja juga luas (kata dosen)haha ..contoh dalam perminyakan  org geologi yang bakal cari tempat buat tambang minyaknya..lalu org perminyakan akan ngebor n dptin ngambil2in minyaknya dari tempatnya….lalu minyak mentah didapat….saatnya org tekkim kerja..mau mengolah minyak tersebut tsb jadi bensin , apa minyak tanah , atau solar , aftur ,dll. Kerja di bidang bioproses dan pangan industri juga bisa (kata dosen lagi)hahaha

ga smua yg u liat itu benr..gw baru2 denger2..hehehe..secara gw baru thn pertama d kuliah gt,,baru tau dikit2…

truz teknik kimia perlu fisika yg kuat karena fisikanya banyak n mesti kuat …kimianya juga se..hehe

Info lagi bahwa teknik kimia ga mudah……..hehe
materi fisika yg aka sering sekali dipelajari adalah Thermodynamic….

Ok d..slamat memilih jurusan di Kuliah dgn tepat..hehe

GBU all

Teleskop Khusus Pendeteksi Alien

Wednesday, October 3rd, 2007


Sebuah teleskop optik dirancang khusus untuk mendeteksi sinyal dari makhluk angkasa luar. Proyek yang dilakukan oleh tim ilmuwan Harvard Smithsonian Center for Astrophysics ini membutuhkan setidaknya survei selama satu tahun lebih. Mereka memindai semua galaksi Bima Sakti yang dapat terlihat secara kasatmata dari daerah Northern Hemisphere.
Selama ini para ilmuwan meyakini bahwa jika memang ada maka makhluk angkasa luar memakai sinyal-sinyal tertentu untuk berkomunikasi. Ini tak beda dengan manusia yang menggunakan transmisi radio.
Teleskop anyar ini dirancang spesial untuk menangkap pancaran atau sinyal yang ada di luar angkasa. Teknologi ini berupa teleskop optik dengan cermin utama berukuran sebesar 1,8 meter. Ini merupakan teleskop pertama di dunia yang sengaja didesain bagi proyek Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI). Proyek tersebut adalah kumpulan beragam usaha manusia untuk mengeksplorasi angkasa raya demi menemukan tanda-tanda keberadaan makhluk angkasa luar alias alien.
“Pembuatan teleskop ini mewakili satu dari begitu banyak momen langka dalam dunia sains,” komentar Bruce Bettsm, direktur proyek tersebut dari Planetary Society seperti yang dilansir BBC News Online belum lama ini. Planetary Society merupakan badan yang mendanainya. “Pengiriman sinyal laser di antara objek angkasa menjadi satu hal sangat logis yang dilakukan alien untuk berkomunikasi. Namun sampai sekarang kami masih belum memiliki peralatan yang memadai untuk menangkap sinyal-sinyal itu.”
Sejauh ini para astronom menggunakan teleskop radio biasa untuk memantau transmisi dari Extraterrestrial Intelligence (ET) sejak tahun 1960-an. Peralatan tersebut dianggap kurang memadai sebab ada kemungkinan ET memakai cahaya sebagai alat komunikasi. Jika benar maka cahaya itu bisa jadi berbentuk sinar yang intens dan dipancarkan dalam frekuensi tinggi.
Teleskop terbaru yang masih terus dikembangkan ini menggunakan teknologi terkini. Teleskop ini difokuskan menangkap pancaran cahaya seperti laser yang bisa jadi 10.000 kali lebih cerah dari objek asalnya.
“Pencarian kami dapat menangkap objek cahaya berkecepatan satu triliun per detik dan menjangkau 100.000 kali luas angkasa,” ujar Paul Horowitz dari Harvard University, Massachusetts.
Teleskop ini akan memindai setiap jengkal bidang angkasa, dilengkapi dengan kamera pendeteksi sinar. Kamera ini dapat menangkap keberadaan sinar berkecepatan satu biliun meter per detik.(mer) 

Diskriminasi Nuklir di Dunia

Wednesday, October 3rd, 2007

Diskriminasi Nuklir di Dunia
Dunia dewasa ini, meski telah mencapai berbagai kemajuan ilmu dan teknologi, masih saja menanggung berbagai bentuk kezaliman dan ketidakadilan. Memang diskriminasi dan kezaliman, sering kali disaksikan dalam hubungan-hubungan individu dan sosial. Akan tetapi, ada diskriminasi dan kezaliman yang jauh lebih besar dan memberikan dampak yang lebih luas, yanitu diskriminasi dan kezaliman di tingkat global. Negara-negara besar Barat, yang seringkali mengaku sebagai pendukung kemajuan ilmu, pembelaan HAM, kebebasan dan keadilan, ternyata justru paling sering menzalimi dan bertindak diskriminatif terhadap berbagai bangsa di dunia.
Salah satu diantara ketidakadilan ini dapat disaksikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Negara-negara Barat selalu berusaha mencegah negara-negara berkembang dari kemajuan ilmu dan teknologi, dengan niat agar mereka ini selalu bergantung kepada Barat. Salah satu ilmu yang dimonopoli oleh Barat dan praktis melarang negara lain untuk memilikinya, ialah teknologi nuklir untuk kepentingan damai. Teknologi nuklir memiliki berbagai macam kegunaan di bidang sipil, nonmiliter. Para ilmuwan pun masih terus menemukan kegunaan-kegunaan baru dari teknologi ini.
Dewasa ini lebih dari 16 persen dari listrik di dunia diproduksi oleh pembangkit-pembangkit bertenaga nuklir. Tingginya harga minyak, membuat minat untuk membangun pusat-pusat pembangkit seperti ini semakin tinggi pula. Terutama pula, polusi listrik bertenaga nuklir sangat jauh lebih rendah dibanding listrik yang dihasilkan oleh bahan-bahan bakar fosil. Oleh sebab itulah George Bush, Presiden AS, baru-baru ini mengesahkan sebuah rancangan pembangunan sejumlah besar pusat pembangkit listrik nuklir di negaranya.
Selain itu, nuklir juga memiliki kegunaan yang sangat menunjang di bidang kedokteran, termasuk dalam proses diagnosa dan penyembuhan beberapa jenis penyakit. energi nuklir juga sangat bermanfaat di bidang industri, pertanian dan pemenhan bahan-bahan makanan. Akhir-akhir ini para ilmuwan telah menemukan bahwa dengan bantuan tenaga nuklir, garam yang terkandung di dalam air asin dapat dipisahkan. Masalah ini memiliki kedudukan yang sangat penting, jika dilihat bahwa dunia saat ini sedang mengarah kepada krisis dan kekurangan air minum yang sehat dan memenuhi syarat.
Karena memiliki berbagai kegunaan besar bagi kesejahteraan manusia inilah maka negara-negara maju berusaha memonopoli teknologi nuklir. Alasan utama mereka untuk itu ialah adanya kemungkinan pembuatan bom atom melalui penguasaan teknologi nuklir. Jika alasan demikian ini dapat dibenarkan, seharusnya semua negara tidak dibolehkan berusaha mencapai dan mengembangkan teknologi seperti ini. Memang dalam masalah teknologi nuklir ini ada sejumlah negara yang memiliki catatan hitam.
AS adalah adalah satu-satunya negara yang pernah menggunakan bom atom. Dua buah bom atom yang digunakan oleh AS untuk menyerang Jepang, telah menelan korban ratusan ribu manusia tak berdosa, yang meninggal dan cidera. Sementara dampak-dampak distruktifnya hingga kini masih terus bermunculan. Negara-negara Barat pemilik senjata atom, terutama AS, jelas merupakan ancaman bahaya besar bagi perdamaian dunia, dan tidak mustahil suatu saat baik secara kebetulan maupun berdasarkan politik militerisme mereka, negara-negara ini akan menciptakan tragedi kemanusiaan yang jauh lebih dahsyat daripada tragedi yang diakibatkan oleh bom atom Hiroshima dan Nagasaki.
Robert McNamara, mantan Menteri Pertahanan AS, beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah makalah yang dicetak di koran politik AS (Foreign Policy), menulis, "Saya berpendapat bahwa politik persenjataan nuklir AS adalah politik yang tidak bermoral, tidak legal, tidak urgen dari segi militer, dan sangat berbahaya dari segi kekuatan pemusnahnya. Bahaya penggunaan senjata-senjata nuklir secara tidak sengaja sangat tinggi."
McNamara mengtakan bahwa jumlah hulu ledak nuklir AS yang sudah diarahkan ke sasaran-sasaran tertentu di berbagai negara dunia, 450 unit. Sementara itu gedung putih tidak ebrsedia bergabung ke dalam perjanjian larangan uji coba nuklir, bahkan berniat memproduksi bom-bom nuklir ukukran kecil yang dapat mereka gunakan dalam peperangan. Dengan demikian, tak diragukanbahwa AS telah menyalahgunakan teknologi nuklir, dan menjadikannya sebagai alat untuk memusnahkan negara-negara lain dan membunuhi manusia. Negara yang memiliki berkas hitam legam di bidang nuklir seperti ini tidak berhak mencegah negara lain memanfaatkan teknologi nuklir tujuan damai.
Selain itu, negara-negara pemilik senjata nuklir juga bersikap sangat diskriminatif terhadap negara-negara lain. Mereka menyikapi langkah Iran yang dengan penuh kejujuran dan di bawah pengawasan ketat Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) bergerak di bidang pemanfaatan energi nuklir untuk keperluan ilmu pengetahuan dan perdamaian, dengan sikap permusuhan, dan berusaha keras mengentikan langkah Iran ini. Akan tetapi beberapa negara lain, yang garis politik mereka sejajar dengan garis politik AS dan Eropa, dengan mudah dan tanpa halangan apa pun, bahkan mereka mendapat bantuan dan dukungan dari Barat.
Contoh nyata untuk itu ialah aktifitas nuklir rezim zionis yang jelas-jelas bertujuan militer dan berjalan tanpa kontrol lembaga internasional mana pun. Usaha Tel Aviv untuk memperoleh bom nuklir telah dimulai sejak sekitar 50 tahun lalu dengan kerjasama Perancis dan AS. Berkat kerjasama ini, di akhir dekade 60 Israel memproduksi bom nuklir pertamanya. Pada tahun 1986, Mordekhai Vanunu, salah seorang pakar nuklir rezim zionis membongkar dokumen-dokumen rahasia nuklir rezim ini. Akibatnya ia diculik oleh badan intelijen zionis (MOSSAD) dan dijebloskan ke dalam penjara dengan vonis 18 tahun.
Meski dengan adanya pembongkaran oleh Vanunu dan bukti-bukti lain yang tak terbantah tentang penggunaan energi nuklir oleh rezim zionis untuk tujuan-tujuan militer yang sangat berbahaya, negara-negara Barat sama sekali tidak pernah meminta kepada rezim Tel Aviv agar mengakhiri aktifitas nuklirnya, atau minimal, ikut menandatangani dan bergabung ke dalam perjanjian non plortiferasi senjata nuklir. Yang jela sialah, dengan memiliki lebih dari 400 hulu ledak nuklir, rezim zionis adalah sebuah bahaya besar bagi negara-negara sekitarnya. Apa lagi masa lalu rezim ilegal ini menunjukkan bahwa para penguasa rezim ini tidak akan segan-segan melakukan segala bentuk kejahatan perang.
Masih ada sikap diskriminatif lain dalam masalah pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai, yang merupakan hasil dari pengaruh negara-negara besar dalam berbagai lembaga internasional, terutama IAEA. Lembaga ini didirikan dengan tujuan, selain mencegah negara manapun memperoleh dan menggunakan senjata nuklir, membantu negara tersebut untuk memanfaatkan teknologi nuklir tujuan damai. Akan tetapi, karena terpengaruh oleh tekanan negara-negara Barat, tidak menunjukkan sikap yang sama terhadap para anggotanya.
Sebagian negara dapat menikmati berbagai kemudahan dari IAEA dan dukungan dalam menggunakan energi nuklir. Sementara negara lain, terutama negara-negara Islam, atau negara-negara yang tidak sejalan dengan politik AS di bidang ini, menghadapi berbagai kesulitan serius. Secara berkelanjutan, negara-negara ini dituduh akan memproduksi senjata nuklir di luar pengetahuan IAEA. Jelas sekali bahwa tuduhan-tuduhan seperti ini, sepenuhnya bersifat politis, dengan tujuan melemahkan negara-negara tersebut.
Usaha RII memanfaatkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, dan iskap negara-negara Barat terhadapnya, adalah bukti yang paling nyata adanya diskriminasi di bidang nuklir. Para cendekiawan dan spesialis Iran, selama bertahun-tahun usaha di berbagai bidang, telah berhasil memperoleh berbagai kemajuan mencolok, dimana salah satunya ialah teknologi nuklir. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang sangat berguna bagi kemajuan rakyat Iran, dan akan sangat mendukung kemajuan di bidang industri dan ekonomi Iran.
Akan tetapi, oleh karena pemerintahan yangtegak di Iran adalah pemerintahan Islam dan independen, AS, Eropa dan rezim zionis sangat menentang kemajuan Iran. Keberhasilan Iran mencapai teknologi produksi bahan bakar nuklir, telah membuktikan kepada seluruh penduduk dunia bahwa sebuah negara independen, dengan bersandar kepada tenaga ahlinya sendiri, mampu mencapai penemuan-penemuan ilmiah yang paling moderen sekali pun.
Usaha-usaha distruktif AS terhadap program-program nuklir tujuan damai Iran, dengan jelas menunjukkan adanya sikap diskriminatif di bidang ilmu pengetahuan ini. Dengan kata lain, negara-negara semacam AS dan rezim zionis, yang memiliki prestasi gemilang dalam kejahatan-kejahatan perang, pelanggaran HAM dan pelecehan terhadap hukum-hukum internasional, dapat dengan mudah memproduksi, menimbun dan menggunakan senjata nuklir, sementara negara-negara merdeka seperti Iran, bahkan tidak berhak memanfaatkan ilmu ini untuk tujuan-tujuan damai.

Pendapat

Faktor-faktor positifnya adalah  dewasa ini lebih dari 16 persen dari listrik di dunia diproduksi oleh pembangkit-pembangkit bertenaga nuklir. Nuklir juga memiliki kegunaan yang sangat menunjang di bidang kedokteran, termasuk dalam proses diagnosa dan penyembuhan beberapa jenis penyakit. energi nuklir juga sangat bermanfaat di bidang industri, pertanian dan pemenhan bahan-bahan makanan.
Faktor negatifnya adalah  adanya kemungkinan pembuatan bom atom melalui penguasaan teknologi nuklir. Negara-negara Barat pemilik senjata atom merupakan ancaman bahaya besar bagi perdamaian dunia, dan tidak mustahil suatu saat baik secara kebetulan maupun berdasarkan politik militerisme mereka, negara-negara ini akan menciptakan tragedi kemanusiaan yang jauh lebih dahsyat daripada tragedi yang diakibatkan oleh bom atom Hiroshima dan Nagasaki.Bahaya terorisme juga merupakan ancaman bagi dunia dengan adanya nuklir ini.
Dampak terhadap lingkungan yaitu ada baiknya dan ada juga negatifnya. Yang baiknya yaitu banyak kegunaan yan dapat diperoleh dari nuklir ini dalam berbagai bidang terutama dalam kesehatan dan kebutuhan listrik terhadap masyarakat tapi di lain pihak merupakan suatu yang mengkhawatirkan juga karena dapat mengancam perdamaian dunia dan Negara-negara lemah dan kecil dapat ditindas dan ditekan oleh Negara-negara besar seperti Amerika yang dapat mengancam untuk menuruti segala kehendaknya karena Negara kecil takut dengan senjata nuklirnya.
Pendapat saya sebagai orang percaya adalah perkembangan iptek di bidang nuklir ini sangat baik untuk semakin menunjang hidup lebih baik tetapi janganlah disalahgunakan untuk kepentingan sekelompok orang saja. Hendaknya perkembangan nuklir ini untuk kepentingan bersama dan tanpa mengancam perdamaian dunia.

Wednesday, October 3rd, 2007

Apa si arti
pelayanan bagi kita umat kristen???

Apa lewat kita pelayanan
di gereja ? paduan suara di greja ?

atau lewat perilaku kita
dalam kehidupan sehari2??

Apa perilaku ke temen ?
atau musuh kita sekalipun dgn kita ttp baik dgn musuh kita ?

apa harus dgn kesaksian ??

Critain hal-hal yang
membuat pelayanan lu menyenangkan dan apa hambatan2nya??

Silahkan di post ajah
critanya….